Minggu, 01 April 2012

laporan biologi umum


                  LAPORAN PRAKTIKUM
                       BIOLOGI UMUM


 


                                                                  







O l e h:

BQ RARA AYUARTI MUKMIN
NIM. 151 104 043






FAKULTAS TARBIYAH
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN)
MATARAM
2010

HALAMAN PENGESAHAN



Laporan Tetap Biologi Umum Ini Disusun Untuk Memenuhi dan Melengkapi Tugas pada Acara Praktikum “Biologi Umum”







Mataram,     Oktober 2010


Disahkan Oleh

                     Co. Ass I                                                                     Co. Ass II




                 ( R  i  a  n  a )                                                             ( L. Hambali )
              NIM.                                                                             NIM           


Mengetahui
  Kepala Laboratorium Matematika
                IAIN Mataram                                                          Dosen Pengampu,




                 (Al Khusairi)                                                           (Alwan Mahsun)
NIP                                                                         NIP














KATA PENGANTAR

           
            Puji syukur atas ke hadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat, hidayah beserta kesehatan kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan laporan praktikum fisika dasar  ini tepat pada waktunya.
            Kesekian kalinya, tak lupa pula kita layang kan sholawat serta salam kepada junjungan alam Nabi besar Muhammad SAW, beserta keluarga dan para sahabat- sahabat ,karena dengan perjuangan beliau lah kita dapat merasakan manisnya Islam sampai saat ini.
            Penulis sangat menyadari terdapat banyak kesalahan, kekurangan, serta jauh dari kesempurnaan dalam laporan ini, dan oleh sebab itu penulis sangat mengharapkan kritik dan saran, untuk mencapai kesempurnaan dari laporan ini.



                                                                                                Mataram,    Oktober 2010



                                                                                                                                                                                                                        Penulis,




























DAFTAR ISI


SAMPUL............................................................................................................................
KATA PENGANTAR............................................................................................ .........
DAFTAR ISI............................................................................................................ .........
BAB I: PENDAHULUAN...................................................................................... .........
A.    Latar belakang....................................................................................................
B.     Rumusan masalah..............................................................................................
C.     Tujuan...............................................................................................................

BAB II: PEMBAHASAN.................................................................................................
A.    Pelaksanaan praktikum......................................................................................
1.      Hari/tanggal…………………………………………………………
2.      Waktu..........................................................................................................
3.      Tempat.........................................................................................................
4.      Tujuan.........................................................................................................
B.     Landasan teori....................................................................................................
C.     Alat dan bahan ..................................................................................................
D.    Cara kerja .........................................................................................................
E.     Hasil pengamatan...............................................................................................
1.      gambar(tabel)...............................................................................................
2.      Deskripsi......................................................................................................
F.      Pembahasan.......................................................................................................
G.    Kesimpulan........................................................................................................

BAB III: PENUTUP.........................................................................................................
A.    Kesimpulan........................................................................................................
B.     Saran..................................................................................................................
C.     Kritik..................................................................................................................

DAFTAR PUSTAKA.......................................................................................................















BAB 1

PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
           
            Salah satu ciri manusia sebagai makhluk berakal adalah rasa ingin tahu yang tak pernah habis dalam hidupnya, baik yang dapat ditangkap dengan panca indra maupun yang tidak, mereka menemukan banyak masalah yang harus dipecahkan karena di sekitarnya terjadi banyak kejadian yang alami atau akibat perbuatan manusia, disamping memberi keuntungan, kejadian itu sering memberikan kerugian dan bahkan malapetaka bagi mereka sendiri.
  Dan Praktikum Biologi ini diadakan berdasarkan program pembelajaran, dimana setiap mahasiswa  diharuskan mengikuti kegiatan praktik ini.
Kegiatan ini dilakukan untuk melengkapi materi Biologi Umum dan merupakan tindak lanjut  dari pembelajaran yang diadakan di dalam kelas. Kegiatan ini dibimbing oleh para co. Ass yang telah ditunjuk dan dilaksanakan di ruang 15-16, ruang 18 dan juga di lapangan .
            Dalam melakukan praktikum, mahasiswa dituntut untuk dapat mengamati dan menyimpulkan secara langsung apa yang dapat dilihat dan diamati dalam pelaksanaan Praktikum.
Dengan demikian mahasiswa dapat mengetahui secara pasti materi-materi Praktikum. Dalam praktikum biologi ini akan membahas beberapa materi, yaitu jaringan tumbuhan dan hewan, organ-organ pada tumbuhan, difusi dan osmosis, fotosintesis, dan fermentasi nata de coco.


B.     Rumusan Masalah

1.      Apa saja jaringan penyusun tumbuh tumbuhan dan hewan?
2.      Organ apa saja yang ada pada tumbuhan?
3.      Bagaimana proses terjadinya difusi dan osmosis?
4.      Apa yang menyebabkan proses plasmolisis dan deplamolisis terjadi?
5.      Bagaimana proses terjadinya fotosintesis?
6.      Faktor apakah yang mempengaruhi berlangsungnya fotosintesis?
7.      Bagaimana cara membuat Nata de Coco?
8.      Apa yang berperan dalam proses pembuatan Nata de Coco?

C.    Tujuan


1.      Menyebutkan dan menjelaskan jaringan penyusun tumbuh tumbuhan dan hewan.
2.      Menyebutkan organ-organ yang ada pada tumbuhan.
3.      Mengetahui terjadinya proses difusi dan osmosis pada organisme hidup.
4.      Mengetahiu proses plasmolisis dan deplamolisis pada sel-sel tumbuhan.
5.      Mengetahui proses dan faktor-faktor yang mempengaruhi fotosintesis yang terjadi pada tumbuhan.
6.      Mengetahui langkah-langkah pembuatan Nata de Coco dan yang berperan dalam proses tersebut.




















BAB II

PEMBAHASAN

ACARA I

JARINGAN PADA TUMBUHAN DAN HEWAN

A.    Pelaksanaan
1)      Hari/Tanggal   :Minggu,31 Oktober 2010
2)      Waktu             :  08.00-08.30 WITA
3)      Tempat            : Ruang 16
4)      Tujuan praktikum :
a.       Menyebutkan jaringan penyusun tubuh tanaman
b.      Menjelaskan masing-masing jaringan penyusun tubuh tanaman
c.       Menjelaskan struktur berkas pengangkut
d.      Menyebutkan jaringan penyusun tubuh hewan
e.       Menjelaskan masing-masing jaringan penyusun tubuh hewan
f.        Menjelaskan sel-sel penyusun jaringan
g.      Menjelaskan fungsi-fungsi masing-masing jaringan pada organ tubuh.

B.     Landasan Teori


Jaringan adalah: tiap-tiap kumpulan protoglos yang mempunyai dinding  atau merupakan suatu kumpulan sel yang bentuk dan fungsinya sama.
Ilmu yang mempelajari tentang jaringan pad tumbuh-tumbuhan di sebut  histology.

            Terdapat tumbuhan yang memiliki jaringan dan ada pula yang tidak. Pada  tumbuhan uniselular atau terdiri dari satu sel (bacteri) tentunya  tidak  mempunyai  jaringan, demikian pada tumbuh- tumbuhan   yang rendah tingkat perkembanganya belum mempunyai jaringan. Sebaliknya, jaringan terdapat pada tumbuh - tumbuhan yang tinggi tingkat perkembanganya, semakin tinggi tingkat perkembangannya semakin jelas pula adanya diferensiasi yang membentuk alat–alat tumbuhan yang berlainan[1].
            Jaringan dapat dibagi menjadi beberapa bagian sesuai dengan fungsinya masing-masing :
a.       Jaringan meristem
            Pada tumbuh-tumbuhan, sel-sel yang membentuk jaringan muda (meristem) adalah juga dalam keadaan muda (embrional). Membran selnya demikian tipis, bentuknya menunjukkan bentuk yang teratur, antara segi empat dan kubus, sedangkan ruang sel (lumen) masih penuh dengan protoplas serta vakuola yang kecil-kecil. Dalam kondisi ini sifat khusus dari jaringan muda yaitu sel-sel yang membentuknya selalu mengadakan kegiatan untuk membelah, yang dalam istilah lainnya disebut meristematis.
                Istilah meristematis tentunya sangat berkaitan dengan meristem, sedang kata meristem berasal dari kata Yunani “meristos” yang berarti membagi atau membelah[2].
b. Jaringan parenkim

            Jaringan parenkim atau sering pula disebut jaringan dasar (ground tissue), merupakan suatu jaringan yang terbentuk dari sel-sel hidup, dengan struktur morfologi serta fisiologi bermacam-macam, akan tetapi pada umumnya dapat dinyatakan bahwa parenkim memiliki sifat-sifat yang sama[3].
c.              Jaringan epidermis
            Ditinjau dari asal katanya, yaitu bahasa Yunani, epi berarti di atas, derma berarti kulit, maka epidermis adalah lapisan-lapisan sel yang berada paling luar pada alat-alat tumbuhan primer, seperti : akar, batang, daun, bunga, buah, dan biji-biji[4]
a.       Jaringan kolenkim
            Jaringan ini dalam melaksanakan fungsinya sebagai jaringan mekanik atau penguat tumbuhan memegang peranan yang utama, terutama sekali pada organ-organ tumbuhan yang masih aktif mengadakan pertumbuhan dan perkembangan[5].

b.      Jaringan skelerenkim
Jaringan skelerenkim merupakan jaringan yang fungsi utamanya adalah juga sebagai jaringan penguat tumbuhan (jaringan mekanik). Jaringan skelerenkim hanya terdapat pada organ tumbuhan yang tidak lagi mengadakan pertumbuhan dan perkembangan, jadi pada organ tumbuhan yang telah tetap. Dengan terdapatnya jaringan ini pada tumbuhan, akan memungkinkan alat-alat tumbuhannya bertahan menghadapi segala tekanan dan desakan tanpa menimbulkan akibat atau berpengaruh pada sel-sel/jaringan yang keadaannya lebih lemah (tekanan, desakan, lentingan, pembentangan, pukulan, berat dan gaya mekanik lainnya)[6].
c.       Jaringan xylem
Fungsi xylem yang merupakan bagian dari vascular tissue (jaringan pengangkut). Hanya akan melangsungkan pengangkutan air dan zat-zat mineral (hara) dari bagian bawah (akar) ke bagian atas (daun-daunan).
            Susunan xylem ini merupakan suatu jaringan pengangkut yang serba kompleks,terdiri dari berbagai bentuk sel. Selain itu, ternyata ada sel-sel yang mati dan adapula yang hidup. Akan tetapi umumnya sel-sel penyusun xylem telah mati dangan dinding sel yang tebal,mangandung lignin. Sehingga para ahli beranggapan bahwa fungsi xylem adalah juga sebagai jaringan penguat[7].
d.      Jaringan floem

           Pembuluh tapis ini merupakan jaringan pengangkut. Hanya pembuluh tapis ini (floem) berbeda fungsinya dengan pembuluh kayu (xylem). Xylem merupakan bagian dari jaringan pengangkut yang berfungsi mengangkut air dan garam-garam tanah dari akar ke daun, sedangkan floem berfungsi mengangkut dan menyebarkan zat-zat makanan yang merupakan hasil fotosintesis dari daun ke bagian-bagian lain yang ada di bawahnya atau di atasnya

C.    Alat dan Bahan
Alat:
1)      Gelas obyek
2)      Gelas penutup
3)      Mikroskop
4)      Silet

       Bahan
1)      Preparat daun dan batang zea Mays
2)      Aquades
3)      Preparat darah merah
4)      Preparat epitel

D.    Langkah Kerja  
1)      Jaringan pada batang zea mays
a.       Menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan
b.      Mengambil preparat awetan penampang melintang batang zea mays
c.       Meletakkan nya pada kaca preparat
d.      Menambah aquades secukupnya
e.       Menutup dengan kaca penutup
f.        Meletakkan nya pada meja preparat untuk diamati dari pembesaran lemah
g.      Pembesaran kuat menggambar satu sektor dari penampang itu dan menyebutkan bagian-bagiannya.
h.      Memperhatikan struktur jaringan epidermis, hipodermis, parenkim, dan sistem berkas pengangkut.  
2)      Jaringan pada daun zea mays
a.  Menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan
b.  Mengambil preparat awetan penampang melintang daun zea mays
c.  Meletakkan nya pada kaca preparat
d.  Menambahkan air secukupnya
e.  Menutup dengan kaca penutup
f.   Meletakkan nya pada meja preparat untuk diamati menggunakan pembesaran kuat, menggambar satu sektor dari penampang itu dan menyebutkan bagian-bagian nya.
g.   Memperhatikan struktur jaringan epidermis, stomata, mesofil, dan sistem berkas pengangkut.
3)      Jaringan Epitel
a.  Menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan
b.  Mengambil preparat awetan epitel kuboid simplek atau kubus selapis
c.  Meletakkan nya pada kaca preparat
d.  Menutup nya dengan kaca penutup
e.  Meletakkan nya pad meja preparat untuk diamati dari perbesaran menggunakan perbesaran kuat, menggambarkan bagian-bagian yang terlihat dan menyebutkan bagian-bagian nya.
f.   Memperhatikan sel epitel berbentuk kubus, dengan inti sel besar yang membulat dan terletak di tengah sel
g.  Menggambar bentuk sel.
4)      Jaringan Darah
a.  Menyiapkan alat dan bahan
b.  Mengambil preparat apusan darah
c.  Meletakkan nya pada kaca preparat
d.  Meletakkan nya pada meja preparat untuk di amati dari perbesaran lemah
e.  Menggunakan perbesaran kuat, menggambarkan bagian-bagian yang terlihat dan menyebutkan bagian-bagian nya
f.   Memperhatikan bentuk dan bagian- bagian dari sel darah merah
g.  Menggambar bentuk sel darah. 



E. Hasil Pengamatan
a.       Jaringan pada batang zea mays


Keterangan :
1. Sarung sklerenkim
2. jaringan parenkim
3. metaxilem
4. Protoxilem
5. Ruang reksigen
6. Buluh cincin
7. Jaringan floem
Deskripsi:

      Bentuk jaringan batang jagung lebih sederhana daripada batang-tumbuhan yang lain. Dan dari gambar tersebut kami dapat mendeskripsikan bawa di batang zea Mays terdapat beberapa jaringan yakni jaringan pengangkut, yang terdiri dari xylem dan floem, jaringan pengikat, jaringan penguat dan alat respirasi

b.   Jaringan daun zea mays
Keterangan :
1. Epidermis atas
2. Epidermis bawah
3. Berkas pengangkut
4. Mesofil
5. Jaringan mistoom
6. Tri koma
7. Sel kipas
8. Jaringan spoons
9. Stomata
10. Tepung transitoris

Deskripsi:

Meskipun ukuran daun itu tidak terlalu besar, namun jaringan nya saja sudah tersusun dari banyak bagian-bagian yang memiliki fungsi yang berbeda-beda, dan adapun jaringan-jaringan yang terlihat pada daun zea Mays adalah skelerekim, parenkim, xylem, floem, stomata, dan epidersmis.
c.                                                       Jaringan sel darah merah
Keterangan:
a.   Membran sel
b.  Inti
c.   Sitoplasma
Deskripsi:
Terlihat seperti bercak-bercak, dan ada bagian tertentu yang paling nampak di antara bercak-bercak itu, Bagian ini dinamakan keping darah
d.                                                      Jaringan Epitel
Keterangan:
a.   Inti sel
b.  Sitolasma
c.   Membran sel( dinding sel )


Deskripsi:
Bagian yang paling nampak pada jaringan epitel inti sel nya, Yang memisahkan antara inti sel yang satu dengan yang lain adalah dinding dari masing-masing sel.
F.     Pembahasan
a.   Jaringan daun jagung
Jaringan daun jagung merupakan objek pengamatan yang paling kompleks jika dibandingkan dengan ketiga objek pengamatan yang lainnya.
                        Lapisan terluar dari daun ini adalah epidermis. Ada dua epidermis menurut posisinya pada daun,yaitu epidermis atas dan epidermis bawah. Epidermis atas terdapat pada permukaan daun, sedangkan epidermis bawah berada di bagian bawah daun.
                        Adapun stomata terletak di antara jaringan epidermis yang satu dengan yang lain. Dengan kata lain, stomata adalah celah-celah yang memisahkan epidermis. Stomata juga sering disebut dengan mulut daun.
b.  Jaringan batang jagung
Susunan batang jagung relative sederhana dibandingkan dengan tumbuh-tumbuhan yang lainnya. Bila dipotong secara melintang, batang jagung terlihat seperti gabus atau spons, hal ini dikarenakan di antara jaringan-jaringan yang menyusun batang jagung tersebut terdapat bagian yang dinamakan ruang reksigen.
Namun, seperti halnya tumbuh-tumbuhan yang lain, pada umumnya memiliki jaringan pengangkut yang kita kenal dengan xylem dan floem.
c.  Jaringan darah merah
Darah dimiliki oleh semua mahluk hidup kecuali tumbuhan.Darah hanya terdapat pada hewan dan manusia. Namun, jaringan darah juga tidak ditemukan pada hewan bersel satu (uniselular) dan juga pada hewan bertubuh lunak (mollusca), seperti cacing dan cumi-cumi.
Jaringan tampak seperti bercak-bercak, dan di antara bercak-bercak tersebut, terdapat bagian yang lebih Nampak dibandingkan dengan bagian yang lain, bagian inilah yang dinamakan dengan keping darah.
d.  Jaringan epitel
Jaringan epitel ini merupakan jaringan yang paling sederhana di antara semua objek pengamatan dalam acara ini, Jaringan ini hanya lah berupa sekumpulan sel yang berinti, dan terdapat pula dinding sel yang memisahkan antara sel yang satu dengan yang lainnya. Inti sel ini terlihat seperti noktah atau titik yang berada di dalam dinding-dinding sel.

G.    Simpulan
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, kita dapat mengetahui bahwa terdapat perbedaan antara jaringan daun dan batang Zea Mays, begitu juga dengan jaringan darah dan epitel kuboid.
Tiap-tiap jaringan tersebut memiliki struktur berbeda, tentunya dengan fungsi yang berbeda pula




















ACARA II

ORGAN-ORGAN TUMBUHAN

A.    Pelaksanaan
1)      Hari/tanggal :Minggu, Oktober 2010
2)      Waktu          :10.50-11.25 WITA
3)      Tempat        : Lapangan
4)      Tujuan praktikum :
a.  Menyebutkan 3 pokok organ penyusun tubuh tumbuhan
b.  Menyebutkan derivat-derivat dari organ pokok tumbuhan
c.  Membedakan bagian-bagian akar secara umum
d.  Membedakan perbedaan akar-akar serabut dan akar tunggang
e.  Menyebutkan bagian-bagian batang dan daun
f.   Membedakan daun lengkap dan daun tak lengkap
g.  Menyebutkan bagian-bagian alat reproduksi pada tumbuhan

B.     Landasan Teori

  Tumbuhan terdiri dari tiga bagian pokok yang menyusun tubuh tumbuhan tersebut. Berikutt ini adalah uraian tentang bagian-bagian pokok tumbuhan, yang meliputi :
a.                   Daun (folium)
           Daun merupakan bagian tumbuhan yang penting dan pada umumnya tiap  tumbuhan mempunyai sejumlah besar daun. Alat ini hanya terdapat pada batang saja dan tidak pernah terdapat pada bagian yang lain pada tubuh tumbuhan.
           Bentuk daun yang tipis melebar, warna hijau, dan duduknya pada batang yang menghadap ke atas itu memang sudah selaras dengan fungsi daun bagi tumbuh-tumbuhan, yaitu sebagai alat untuk :
1. Pengambilan zat-zat makanan (reabsorpsi), terutama yang berupa zat gas (CO2)
2. Pengolahan zat-zat makanan (asimilasi)
3. Penguapan air (transpirasi)                    
4. Pernapasan (respirasi)[8]
b.   Batang (caulis)
                 Batang merupakan bagian tubuh tumbuhan yang amat penting, dan mengingat tempat serta kedudukan batang bagi tubuh tumbuhan, batang dapat disamakan dengan sumbu tumbuh-tumbuhan.
                 Sebagai bagian tubuh tumbuhan, batang mempunyai tugas untuk :
1. Mendukung bagian-bagian tumbuhan yang ada di atas tanah, yaitu: daun, bunga dan buah.
2. Dengan percabangannya memperluas bidang asimilasi dan menempatkan bagian-bagian tumbuhan di dalam ruang sedemikian rupa, hingga dari segi kepentingan tumbuhan bagian-bagian tadi terdapat dalam posisi yang paling menguntungkan.
3. Jalan pengangkutan air dan zat-zat makanan dari bawah ke atas dan jalan pengangkutan hasil-hasil asimilasi dari atas ke bawah.
4. Menjadi tempat penimbunan zat-zat makanan cadangan[9].
c. Radix (akar)
Akar adalah bagian pokok yang nomor tiga (di samping akar dan daun) bagi tumbuhan yang termasuk kornus. Akar bagi tumbuhan mempunyai tugas untuk :
     1. Memperkuat berdirinya tumbuhan
      2. Untuk menyerap air dan zat-zat makanan yang terlarut di dalam air tadi dari     dalam tanah.
        3. Mengangkut air dan zat-zat makanan tadi ke tempat-tempat pada tubuh tumbuhan     yang memerlukan.
      4. Kadang-kadang sebagai tempat untuk penimbunan makanan













C.    A lat dan Bahan
      Bahan:
1)      Akar dan batang bayam berduri (Amaratus spinosus)
2)      Akar padi (Oryza sativa )
3)      Batang bunga mawar ( Rosa hibrida )
4)      Batang dan daun ubi kayu (Manihot utilisima )
5)      Daun pisang ( Musa Paradisiacal )
6)      Bunga sepatu ( Hibicus rosa-sinensis )


D.    Langkah Kerja
       Akar:
a.  Menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan
b.  Menulis spesies dan famili bahan-bahan  yang diamati
c.  Menyebutkan sistem per akaran bahan- bahan 
d.  Menggambarkan dan memberi keterangan bagian- bagian nya
       Batang:
a.  Menyiapkan alat dan bahan
b.  Menulis spesies dan famili dari bahan –bahan  yang diamati
c.  Menyebut kan bagian –bagian batang bahan –bahan
d.  Menggambarkan skematis dan memberi keterangan bagian – bagian nya
      Daun:
a.  Menyiapkan alat dan bahan
b.  Menulis spesies dan famili bahan –bahan  yang diamati
c.  Menyebutkan sistem perdaunannya ( lengkap atau tidak lengkap )
d.  Menggambarkan skematis dan memberi keterangan bagian – bagian nya
      Bunga:
a.  Menyiapkan alat dan bahan
b.  Menulis spesies dan famili bahan –bahan  yang diamati
c.  Menyebutkan sistem perbungaan (sempurna atau tidak sempurna dan lengkap atau tidak lengkap )
d.  Menggambarkan dan memberikan keterangan bagian – bagian nya.



E. Hasil Pengamatan

1.              Bayam (Amarantus spinosus)
Keterangan:
a.   Tepi daun
b.  Daun penumpu
c.   Batang
d.  Nodus
e.   Internodus
f.    Leher atas
g.  Cabang akar
h.  Badan akar
i.    Serabut akar
j.    Akar primer
k.  Tubuh akar

Deskripsi:
Amarantus spinosus merupakan salah satu tumbuhan monokotil Memiliki duri, sehingga pada Nama ilmiah nya ditambahkan kata “spinosus”. Sedikit berbeda dengan bayam pada umumnya, batang Amarantus spinosus lebih ramping dan berwarna kemerah-merahan, dan bayam berduri merupakan famili dari Amaranthaceae, dan spesis dari
2.                                                          Daun singkong
Keterangan:
a.   Pangkal daun
b.  Ibu tulang daun
c.   Tepi dan
d.  Pertulangan daun
e.   Urat daun

3.                                                          batang singkong

Keterangan:
a.   Nodus
b.  Internodus
c.   Stipula


Deskripsi:
Pada pengamatan daun dan batang singkong, kita dapat melihat beberapa bagian Yakni pada daun terdapat 7 helai daun, sedangkan pada batang terlihat buku-buku batang, ruas batang.dan tumbuhan singkong merupakan tumbuhan dikotil, dan ia merupakan spesies dari mamhet esculenta dan famili dari euphuibiaceae.

4.      bunga sepatu

Keterangan:
a.   pedricwillus
b.  epikalix
c.   corolla
d.  androgenofor
e.   androgenocium
f.    genocium
g.  calix
h.  dasar bunga



Deskripsi:
Bunga sepatu merupakan salah satu tumbuhan dikotil, termasuk tumbuhan hermafrodit karena memiliki bunga yang terdapat benang sari dan putik, dimana keduanya berfungsi sebagai alat reproduksi bagi tumbuhan, dan bunga sepatu juga sering disebut sebagai bunga lengkap karena memiliki semua bagian dari bunga dan bung sepatu merupakan famili dari malvaceae dan spesies dari hibiscus ecsasinensis

5.      Daun sirih
Keterangan:
a.   Pangkal daun
b.  Pertulangan daun
c.   Tepi daun
d.  Urat daun
e.   Ibu tulang daun

Deskripsi:
Sirih merupakan family dari piperaceae, dan tergolong ordo piperales Sirih dapat ditemukan dengan mudah di sekitar kita


6.      Batang jagung

Keterangan:
a.   Buku-buku batang
b.  Ruas batang
c.   Daun penumpu


Deskripsi:
Batang jagung merupakan batang tanaman yang mewakili batang tumbuhan monokotil, batang jagung memiliki buku-buku batang, ruas batang, dan daun penumpu yang terdapat di samping batang jagung, dan tanaman jagung merupakan tumbuhan monokotil dan termasuk famili dari graminae dan spesies dari zea mays


F. Pembahasan

Tumbuhan dapat digolongkan ke dalam dua bagian, yaitu monokotil dan dikotil. Kita dapat menentukannya dengan cara memperhatikan organ-organnya, mulai dari akar, batang maupun daunnya. Adapun perbedaan-perbedaan yang dapat dilihat dari tumbuhan monokotil dan dikotil adalah sebagai berikut :
No.
Nama Organ
Monokotil
Dikotil
1.
Akar
a. Tersusun dalam system akar serabut

b. Batas antara ujung akar dngan kaliptra jelas
a. Tersusun dalam system akar tunggang

b. batas antara ujung akar dengan kaliptra tidak jelas
2.
Batang
a. Tidak memiliki cambium

b. Dari pangkal sampai kr ujng hamper sama besar, tidak bercabang dan ruas-ruas batang tampak jelas

c. Tidak dapat tumbuh besar
a. cambium tampak sebagai meristem sekunder
b.Dari pangkal ke ujung seperti kerucut, bercabang-cabang, ruas batang tidak tampak jelas

c. Dapat tumbuh besar
3.
Daun
Daun tunggal dan tulang daun sejajar atau melengkung
Daun tunggal atau majemuk dan tulang daun menyirip atau menjari

               Dari table di atas jelaslah perbedaan antara tumbuhan monokotil dan dikotil. Jadi, dengan hanya memperhatikan organ dari tumbuhan, kita dapat mengetahui tumbuhan tersebut tergolong monokotil atau dikotil.


G.    Simpulan

Tumbuhan dapat digolongkan ke dalam dua bagian.yaitu monokotil dan dikotil. Kita dapat menentukannya dengan cara memperhatikan organ-organ ya, mulai dari akar, batang maupun daunnya.






















ACARA III

DIFUSI DAN OSMOSIS

A.    Pelaksanaan
1)      Hari / Tanggal : minggu, 31 2010
2)      Waktu             :  08.30-09.15 WITA
3)      Tempat            :   Ruang 15 dan 16
4)      Tujuan             :
a.       Mengetahui proses difusi dan osmosis pada organisme hidup
b.      Mengetahui terjadi nya plasmolisis  dan deplasmolisis pada sel-sel tumbuhan
c.       Mengetahui sebab- sebab terjadi nya proses-proses tersebut.

B.     Landasan Teori

Difusi adalah gerakan molekul atau ion dalam cairan dari daerah berkonsentrasi tinggi ke daerah berkonsentrasi rendah (diffusion)[10].
            Osmosis adalah proses pendifusian molekul pelarut (umumnya air) melalui selaput semi permeabel dari larutan encer ke larutan lebih pekat[11]. Osmosis merupakan suatu fenomena alami tapi dapat dihambat secara buatan dengan meningkatkan tekanan pada bagian dengan konsentrasi pekat menjadi melebihi bagian dengan konsentrasi yang lebih encer. Tekanan osmotic bersifat koligatif, yang berarti bahwa sifat ini bergantung pada konsentrasi zat terlarut, dan bukan pada sifat zat terlarut itu sendiri

















C.    Alat dan Bahan
            Difusi
    Alat
  1. gelas piala
  2. pipet tetes
  3. stopwatch

     Bahan
  1. extra joss
  2. aquades

            Osmosis
     Alat
  1. elemeyer
  2. gelas piala
  3. karet gelang
  4. pipet tetes
  5. stopwatch

     Bahan
  1. telur ayam
  2. larutan asam cuka pekat
  3. larutan gula pasir
  4. sukrosa
  5. aquades

                              Plasmolisis dan deplasmolisis
   Alat
  1. gelas obyek
  2. gelas penutup
  3. silet
  4. mikroskop
  5. stopwatch
  6. gelas kimia
  7. pipet
  8. tissu
    Bahan
  1. preparat awetan daun Rhoediscolor
  2. larutan sukrosa
  3. aquades


D.    Cara Kerja
Difusi
  1. Menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan
  2. Memasukkan aquades ke dalam gelas piala sebanyak 200 ml.
  3. Menuangkan extra joss ke dalam gelas piala yang berisi aquades dengan perilaku tanpa di aduk mengamati penyebaran warna sampai merata
  4. Mencatat waktu sampai warna merata
  5. Memasukkan extra joss ke dalam gelas piala berisi aquades dengan perlakuan di aduk
  6. Mengamati penyebaran warna sampai merata
  7. Menulis hasil pengamatan.

Osmosis
  1. Menyediakan alat dan bahan yang akan digunakan
  2. Memasukkan telur ayam dalam gelas piala yang berisi asam cuka pekat, biarkan selama 3-5 hari
  3. Membuang larutan asam cuka dengan perlahan-lahan, kemudian bilas/ cuci telur tersebut dengan air.
  4. Mengupas kulit ari nya yang Akan di pakai sebagai membran.
  5. Menambah 100 ml larutan gula pasir ke dalam gelas kimia dan 40 ml larutan gula pasir ke dalam gelas tabung Erlenmeyer.
  6. Menutup mulut Erlenmeyer dengan membran dari sel telur
  7. Mengikat erat-erat dengan karet gelang
  8. Membalik Erlenmeyer dan memasukkan mulut Erlenmeyer ke dalam gelas kimia yang berisi larutan gula pasir tersebut.
  9. Mengamati apa yang terjadi
  10. Menulis hasil pengamatan

Plasmolisis dan Deplasmolisis
  1. Menyiapkan alat dan bahan yakni akan digunakan
  2. Mengiris tipis Rhoe discolor kemudian menaruh nya di kaca obyek yang ditetasi aquades kemudian menutup nya dengan kaca penutup
  3. Menaruh kaca obyek pada meja mikroskop yang tersedia
  4. Mengamati di bawah mikroskop, apa bila sel- sel daun Roe discolor sudah nampak jelas, di tetesi larutan sukrosa pada salah satu tepi gelas penutup dan tepi lain di tempel tissu sehingga aquades akan terhisap oleh kertas penghisap dan medium sayatan di gantikan oleh lulusan sukrosa.
  5. Mengamati dengan mikroskop selama beberapa menit, mencatat semua perubahan yang terjadi.
  6. Mengganti larutan sukrosa dengan aquades kemudian mengamati perubahan yang terjadi
  7. Mencacat hasil pengamatan.

E.     Hasil Pengamatan
Difusi
Percobaan
Waktu yang diperlukan sampai larutan merata
Keterangan
Diaduk
Tanpa diaduk
I
20 detik

Memiliki sedikit gelembung
II
-
97 detik
Memiliki banyak gelembung

 Keterangan:
a.   Gelas kemia
b.  Gelembung



Deskripsi:

Terdapat dua perlakuan dalam percobaan difusi Perlakuan pertama, Extra Joss yang telah dituang ke dalam 200 ml aquades langsung diaduk. Sedangkan perlukan kedua tanpa diaduk, terlebih dahulu dilakukan perlakuan yang berbeda adalah agar dapat diketahui perbedaan waktu penyebaran warna Extra Joss, dan juga perlakuan yang tanpa diaduk memiliki lebih banyak gelembung dari pada perlakuan yang diaduk.

Osmosis:
Keterangan:

1. Kulit ari telur
2. Karet gelang
3.  Erlenmeyer
4.  Larutan sukrosa
5.  Gelas piala
6.  Aquades

Deskripsi:
Kulit ari telur dalam percobaan ini adalah berperan sebagai membran semipermeabel yang akan di tembus oleh larutan yang berkonsentrasi rendah (larutan 100 ml aquades + dua sendok gula pasir) menuju ke larutan yang konsentrasinya tinggi (larutan 40 ml aquades + empat sendok gula pasir)

Plasmolisis dan Deplasmolisis
Keterangan:
a.   Daun rhoediscolor dan aquades
b.  Daun rhoediscolor dan sukrosa ([lasmolisis)
c.   Daun rhoediscolor dan aquades(deplasmolisis)
Deskripsi:
            Yang digunakan sebagai indikator terjadinya plasmolisis dan deplamolisis adalah cairan yang berwarna ungu yang terdapat pada sel daun Rhoe discolor. Dan yang mempengaruhi terjadinya proses-proses tersebut yaitu penetesan aquades dan larutan sukrosa


F.     Pembahasan
Difusi

            Dalam percobaan difusi ini digunakan Extra Joss yang dimasukkan ke dalam gelas piala yang berisi 200 ml aquades dengan perlakuan yang berbeda. Dilakukan dua perlakuan, yaitu dengan  tidak mengaduk Extra Joss yang dicampurkan dengan aquades dan yang kedua adalah dengan cara mengaduknya. Untk hasil pengamatannya, perhatikan tabel berikut :

Percobaan
Waktu yang diperlukan sampai larutan merata
Keterangan
Diaduk
Tanpa diaduk
I
20 detik

Memiliki sedikit gelembung
II
-
97 detik
Memiliki banyak gelembung
Tabel di atas menggambarkan perbedaan waktu yang dibutuhkan oleh Extra Joss agar dapat merata dengan aquades. Dari sini dapat dilihat bahwa reaksi pemerataan warna Extra Joss dan air akan lebih cepat apabila larutannya diaduk terlebih dahulu.
                        Hal ini disebabkan karena pengadukan itu mempercepat proses penyebaran atau peruraian warna Extra Joss, dimana interaksi antara zat terlarut dan pelarut tersebut dipercepat.
Osmosis
            Pada percobaan osmosis ini  diamati perpindahan larutan sukrosa yang berkonsentrasi rendah ke larutan sukrosa yang berkonsentrasi tinggi melalui membran semipermeabel (kulit ari telur). Untuk larutan yang berkonsentrasi rendah dilarutkan dua sendok gula pasir ke dalam gelas piala yang berisi 100 ml aquades. Sedangkan untuk larutan yang berkonsentrasi rendah, dilarutkan empat sendok gula pasir ke dalam erlenmeyer yang berisi 40 ml aquades. Kemudian erlenmeyer dibalik dan dimasukkan ke dalam gelas piala. Kemudian setelah berselang lima menit, erlenmeyer diangkat dan volume larutan pada gelas piala kembali diamati. Ternyata, terjadi perubahan volume pada gelas tersebut.

Fenomena ini terjadi karena adanya proses osmosis yang berlangsung, dimana larutan yang berkonsentrasi rendah yang berada pada gelas piala menembus kulit ari telur dan menuju ke larutan yang berkonsentrasi tinggi yang berada di erlenmeyer. Dalam osmosis, molekul yang berkonsentrasi rendah akan menerobos pori-pori membran plasma (dalam hal ini, kulit ari telur) menuju ke molekul yang berkonsentrasi tinggi.
Plasmolisis dan deplamolisis
            Dalam pengamatan plasmolisis dan deplamolisis ini digunakan daun Rhoe discolor untuk diamati selnya. Daun pada tumbuhan ini memiliki dua sisi yang memiliki dua warna yang berbed pula. Bagian atasnya berwana hijau, sedangkan bagian bawahnya berwarna ungu. Dari kedua sisi tersebut, yang akan menjadi obyek dalam pengamatan adalah sisi daun yang berwarna ungu. Bagian ini di iris tipis dan di amati menggunakan mikroskop. Dimana terdapat cairan sitoplasma yang berwarna ungu yang nantinya merupakan indicator terjadinya plasmolisis dan deplamolisis.
                        Pertama-tama, obyek irisan Rhoe discolor diletakkan pada gelas objek kemudian ditetesi aquades, Kemudian setelah objek tersebut diamati, terlihat cairan sitoplasma ungu yang dibatasi oleh dinding-dinding yang merupakan dinding sel.
                        Lalu objek tersebut ditetesi sukrosa dan aquades diserap dengan kertas penghisap. Setelah itu, objek diamati selama lima menit. Ternyata larutan sukrosa itu menyebabkan cairan ungu tadi seperti semakin menyusut, hal ini dikarenakan membrane sel mengkerut dan cairan dalam sel berdifusi keluar,
                        Perlakuan selanjutnya adalah menyerap sukrosa dengan kertas penghisap, lalu meneteskan kembali aquades pada objek. Beberapa saat kemudian ternyata cairan sitoplasma kembali melebar dan berangsur-angsur kembali seperti semula. Hal ini disebabkan karena cairan dari luar sel berdifusi masuk ke dalam sel.


G.    Simpulan


 
1)      . Difusi akan lebih cepat bereaksi apabila interaksi antara zat pelarut dan pelarut dipercepat.
2)       Osmosis merupakan proses difusi yang melewati atau menembus membrane semipermeabel
3)       Plasmolisis terjadi karena cairan dari dalam sel berdifusi keluar dan menyebabkan sitoplasma mengkerut.
4)       Deplamolisis akan terjadi jika suatu sel yang mengalami plasmolisis dimasukkan ke dalam cairan yang hipotonis sehingga sitoplasma mengembang kembali




ACARA IV

FOTOSINTESIS


A.    Pelaksanaan
  1. Hari/Tanggal    : minggu, 31 2010
  2. Waktu               : 10.15-10.50 WITA
  3. Tempat             : Lapangan dan Ruang 18
  4. Tujuan              :
a.       Mengetahui proses fotosintesis yang terjadi pada tumbuhan
b.      Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi proses fotosintesis


B.     Landasan Teori
Fotosintesis adalah proses konversi energi cahaya menjadi energi kimia berupa senyawa gula, reduksi oksidasi dan foto reduksi Co2 yang berlangsung di daun
Fotosintesis tang terjadi di daun berlangsung diorganel kloroplas.
Proses Fotosintesis di bedakan menjadi 2 yaitu reaksi terang dan reaksi gelap:
Reaksi terang adalah suatu reaksi yang tidak tergantung suhu akan tetapi ia tergantung cahaya matahari. dan reaksi gelap adalah suatu reaksi yang tidak tergantung pada cahaya matahari.
Faktor-faktor yang mempengaruhi laju fotosintesis adalah:
Faktor luar:
a.       Konsentrasi Co2
b.      Intensitas cahaya
c.       Ait dan suhu
d.      Tersedia nya unsur.

Faktor dalam:
a.       Keadaan struktur daun yang memungkinkan resistensi terhadap difusi Co2 dari atmosfer ke permukaan kloroplas.
b.      Penimbunan sejumlah besar hasil fotosintesis di dalam kloroplas.

Dan pada reaksi terang, energi matahari ditangkap oleh perangkat foto sistem dan diubah menjadi NADPH (Tenaga Pereduksi) dan ATP (Energi Kimia). Atom H dari melekul H2O, dipakai untuk mereduksi NADP+ menjadi NADPH. Sedangkan O2 dilepaskan sebagai hasil samping reaksi fotosintesis. Reaksi pembentukan ATP dan ADP dan Pi : Pada reaksi gelap prosesnya tidak langsung menggunakan cahaya matahari. Reaksi dalam tahap ini merupakan reaksi pembentukan karbohidrat ( monosakarida ) melalui reduksi CO2, dengan menggunakan ATP dan NADPH yang diperoleh dalam reaksi terang. Monosakarida ini dapat mengalami polimerisasi membentuk gula(disakarida), selulosa dan lain-lain
 

  

C.    Alat dan Bahan
Alat:
  1. Gelas ukur
  2. Stopwatch
  3. Corong
  4. Tabung reaksi

Bahan:
A.    Aquades
B.     Hidrilla verticilla




D.  Cara kerja

Reaksi terang:
  1. menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan
  2. Mengambil 5 potong hidrilla verticvilata, kemudian meletakkan nya ke dalam corong kimia dan ujung corong ditutup dengan tabung reaksi.
  3. merendam sediaan ke dalam gelas ukur yang berisi air
  4. meletakkan nya pada intensitas cahaya matahari penuh
  5. Mengamati perlakuan setiap saat (beberapa menit) apa yang terjadi pada perlakuan dan menghitung jumlah gelembung udara yang naik di tabung reaksi.
  6. Menggambarkan dan mencatat hasil pengamatan.

Reaksi gelap:
  1. menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan
  2. Mengambil 5 potong hidrilla verticvilata, kemudian meletakkan nya ke dalam corong kimia dan ujung corong ditutup dengan tabung reaksi.
  3. merendam sediaan ke dalam gelas ukur yang berisi air
  4. meletakkan nya di tempat yang terlindungi cahaya matahari(teduh)
  5. Mengamati perlakuan setiap saat (beberapa menit) apa yang terjadi pada perlakuan dan menghitung jumlah gelembung udara yang naik di tabung reaksi
  6. Menggambarkan dan mencatat hasil pengamatan
E.     Hasil pengamatan



Keterangan:

a.       Aquades
b.      Hidrilla
c.       Tabung reaksi
d.      Gelas ukur
e.       Corong
f.        Gelembung

Deskripsi:

     Dalam percobaan ini akan diamati jumlah gelembung yang naik di tabung reaksi pada saat di tempat gelap dan pada saat di tempat terang.

F.     Pembahasan

No
Menit
Reaksi


Terang
Gelap
1
3
122
0
2
6
65
0
3
9
24
0

jumlah
211
0

Deskripsi:
Dari hasil pengamatan terlihat bahwa pada reaksi terang terdapat banyak gelembung udara, dan sebaliknya pada reaksi gelap tidak terdapat satu pun gelembung udara, dikarenakan pada reaksi gelap tidak perdapat cahaya matahari


G.    Simpulan

Fotosintesis merupakan suatu proses pembuatan makanan yang melibatkan cahaya matahari. Fotosintesis terjadi pada tumbuhan yang berklorofil  Adapun reaksi yang terlibat dalam fotosintesis yaitu reaksi gelap dan reaksi terang. Kedua reaksi ini dipengaruhi oleh banyaknya intensitas cahaya yang didapatkan oleh tumbuhan.


ACARA V

FERMENTASI NATA DE COCO

A.    Pelaksanaan
a.       Hari/Tanggal   : minggu, 31 Oktober 2010
b.      Waktu              : 09.26-10.15 WITA
c.       Tempat            :Ruang 15
d.      Tujuan             :
1)      Mengetahui dan mempraktikkan langkah-langkah pembuatan nata de coco.

B.     Landasan Teori

Istilah fermentasi sering diganti dengan istilah peragian, hal ini sebenarnya tidak tepat. Kata ragi digunakan dalam pembuatan tempe, roti, ragi-ragi tersebut mempunyai persamaan, yakni dapat menghasilkan fermen atau enzim yang dapat mengubah subsitrat  menjadi bahan lain dengan mendapat keuntugan berupa energi. Adapun subsitrat yang mereka ubah itu berbeda-beda[12].
       Secara umum, fermentasi adalah salah satu respirasi anaerobic, akan tetapi,terdapat definisi yang lebih jelas yang mendefinisikanfermentasi sebagai respirasi dalam lingkungan anaerobic dengan tanpa akseptor electron eksternal.
       Gula adalah bahan yang umum dalam fermentasi. Beberapa contoh hasil fermentasi adalah etanol, asam laktat, dan hydrogen. Akan tetapi, beberapa komponen lain dapat juga dihasilkan dari fermentasi seperti asam butirat dan aseton. Ragi dikenal sebagai bahan yang umum digunakan dalam fermentasi untuk menghasilkan etanol dalam bir, anggur dan minuman beralkohol lainnya[13].

C.    Alat dan Bahan
Alat:
a.       Panci
b.      Kompor
c.       Saringan
d.      Gelas ukur
e.       Botol selai
f.        Sendok
g.      Karet gelang
h.      Kain kasa

Bahan:
a.                                     Kecambah kacang hijau
b.                                    Ragi roti
c.                                     Asam cuka keras
d.                                    Air
e.                                     Starter(50 ml)
f.                                      Gula
g.                                    Air kelapa




D.    Cara Kerja


1)  Pembuatan Starter
a.       Menyiapkan alat dan bahan yang akan di gunakan
b.      Mengupas buah nanas dan memblender nya
c.       Memasukkan nanas yang sudah diblender ke dalam gelas(yang sudah di steril)
d.      Menambah 2 sendok makan gula pasir dan mengaduk nya
e.       Menutup gelas dengan kain kasa 2 rangkap dan mengikat nya dengan karet gelang
f.        Menunggu 3-4 hari , sampai terbentuk nya tipis berwarna putih pada permukaan nanas tersebut.
2)  Pembuatan Nata De Coco (Larutan Induk)
a.       Menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan
b.      Menyaring 1000 ml air kelapa, pada gelas kimia
c.       Merebus 100 gr kecambah bersama dengan 150 ml air, kemudian menyaring nya.
d.      Menimbang 100 gr gula pasir dan 0, 25 gr ragi roti.
e.       Mencampur 1000 ml air kelapa tersebut dengan 100 gr gula pasir, 0. 25 gr ragi roti dan ekstra kecambah kacang hijau, kemudian mengaduk nya hingga merata.


E. Hasil Pengamatan
Keterangan :
1.      Toples selai
2.      Larutan induk
3.      Selaput Nata de Coco
Deskripsi :
Nata de Coco terbentuk di permukaan larutan induk, berupa selaput berwarna putih dan elastis.

F. Pembahasan

Nata de Coco merupakan saah satu produk makanan hasil fermentasi. Banyak dijumpai di sekitar kita, baik di pasar, swalayan, supermarket maupun di rumah-rumah orang yang biasanya mengkonsumsi makanan ini.
            Proses pembuatan Nata de Coco dibantu oleh starter nata dan juga ragi roti, keduanya sangat berperan dalam pembentukan Nata. Keduanya dapat membentuk enzim yang dapat mengubah subsitrat kelapa menjadi lapisan Nata. Enzim ini sering disebut dengan fermen. Ragi roti ini bisa didapatkan di supermarket-supermarket, tapi untuk starter nata, kita bisa membuatnya sendiri dengan cara :
a.       Memarut dua buah nanas masak
b.      Memasukkannya dalam botol bermulut lebat yang bersih
c.       Menambahkan dua sendok gula pasir, kemudian mengaduknya
d.      Menutup mulut botol dengan kain kasa rangkap
e.       Menunggu 3-5 hari sampai terbentuk lapisan tipis berwarna putih pada permukaan nanas tersebut.
Langkah selanjutnya adalah mencampurkan air kelapa,gula pasir, air rebusan kecambah dan asam cuka keras, lalu dimasukkan ke dalam toples dan menunggunya sampai dingin. Setelah dingin, barulah kita menambahkannya dengan starter nata, dimana perbandingan antara larutan air kelapa dengan starter nata adalah 1:5.setelah semuanya tercampur, barulah kita menyimpannya pada tempat yang gelap dan tidak terguncang selama 4-5 hari. Dan apabila terlihat selaput berwarna putih pada permukaannya, berarti Nata sudah mulai terbentuk.


G.     Simpulan

Nata de Coco dibuat melalui proses fermentasi. Dalam proses ini terbentuk enzim atau fermen yang dapat mengubah subsitrat tertentu menjadi suatu produk  fermentasi dengan mendapatkan keuntungan berupa energy.




BAB III

PENUTUP


1.  Kesimpulan
            Dari kegiatan praktikum ini kita mengambil beberapa kesimpulan menyangkut obyek-obyek yang diamati dalam praktikum pada masing-masing acara, antara lain sebagai berikut :
a.       Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, kita dapat mengetahui bahwa terdapat perbedaan antara jaringan daun dan batang Zea Mays, begitu juga dengan jaringan darah dan epitel kuboid. Tiap-tiap jaringan tersebut memiliki struktur berbeda, tentunya dengan fungsi yang berbeda pula.
b.      Tumbuhan dapat digolongkan ke dalam dua bagian, yaitu monokotil dan dikotil. Kita dapat menentukannya dengan cara memperhatikan organ-organnya, mulai dari akar, batang maupun daunnya.
c.       Difusi akan lebih cepat bereaksi apabila interaksi antara zat pelarut dan pelarut dipercepat.
d.      Osmosis merupakan proses difusi yang melewati atau menembus membrane semipermeabel
e.       Plasmolisis terjadi karena cairan dari dalam sel berdifusi keluar dan menyebabkan sitoplasma mengkerut.
f.        Deplamolisis akan terjadi jika suatu sel yang mengalami plasmolisis dimasukkan ke dalam cairan yang hipotonis sehingga sitoplasma mengembang kembali
g.      Fotosintesis merupakan suatu proses pembuatan makanan yang melibatkan cahaya matahari. Adapun reaksi yang terlibat dalam fotosintesis yaitu reaksi gelap dan reaksi terang.
h.      Nata de Coco dibuat melalui proses fermentasi. Dalam proses ini terbentuk enzim atau fermen yang dapat mengubah subsitrat tertentu menjadi suatu produk  fermentasi dengan mendapatkan keuntungan berupa energy.
2.  Kritik dan Saran
a.    Kritik
1.      Jangan terlalu cepat dalam menjelaskan
b. Saran
1.      Menjelaskan pelan-pelan saja, sebab apabila terlalu cepat, biasanya ada materi yang terlupakan




DAFTAR PUSTAKA

A. Toha, Abdul Hamid. 2001. BIOKIMIA :Metabolisme Biomolekul. Manokwari : Alfabeta
Waluyo, Lud. 2004. Mikrobiologi Umum. Malang : UMM Press
Sutrian, Yayan.2004.PENGANTAR ANATOMI TUMBUH-TUMBUHAN (Tentang Sel dan Jaringan).Jakarta: Rineka Cipta.
Tjitrosoepomo, Gembong.2005.MORFOLOGI TUMBUHAN.Gadjah Mada University press : Yogyakarta
A. Rifai, Mien. Dkk.2000.KAMUS BIOLOGI Reproduksi, Genetika, Evolusi, dan Fisiologi.Jakarta : Rineka Cipta




[1] .Drs. Yayan Sutrian,2004,hal. 106
[2] Drs. Yayan Sutrian,2004,hal. 112
[3] . Drs. Yayan Sutrian,2004,hal. 123
[4] . Drs. Yayan Sutrian,2004,hal. 131
[5] . Drs. Yayan Sutrian,2004,hal. 178
[6] Drs. Yayan Sutrian,2004,hal. 183-184
[7] Drs. Yayan Sutrian,2004,hal. 193-194
[8] .Gembong Tjitrosoepomo.2005. hal. 7-8
[9] Gembong Tjitrosoepomo.2005. hal. 76-77
[10] Dr. Mien A. Rifai. Dkk.2000. hal. 218
[11] Dr. Mien A. Rifai. Dkk.2000. hal. 278
[12] Lud Waluyo.2004.Hal. 158-159
[13] http://google.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar